Viral Pengantin Pria Ditendang Mertua, Akad Nikah di Bima NTB Ricuh -->
Jum'at 28 Mar 2025

Notification

×
Jum'at, 28 Mar 2025

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Pengantin Pria Ditendang Mertua, Akad Nikah di Bima NTB Ricuh

Minggu, 26 September 2021 | September 26, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-09-26T12:55:10Z

Wanheart News - Sebuah video acara akad nikah yang berujung kericuhan viral di media sosial. Diketahui, video tersebut terjadi di kelurahan Oimbo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Video yang berdurasi 1 menit 41 detik pertama kali diunggah akun Facebook Ansar Blur sekitar pukul 11.00 Wita. Dua jam kemudian, video itu telah dibagikan sebanyak 1,8 ribu kali. 

Dalam video tersebut, compositions ijab-kabul awalnya berlangsung lancar. Terlihat penghulu yang mengenakan jas biru mengawali prosesi ijab-kabul. 

Setelah itu, tiba giliran orang tua pengantin perempuan membacakan istigfar dan syahadat. 

Di ujung bacaan syahadat, pria yang duduk berhadapan dengan pengantin pria itu tiba-tiba menyebut customized organization 'Bote'. Dalam bahasa Bima, 'Bote' berarti monyet. 

Ucapan itu memicu reaksi dari pihak keluarga mempelai pria. Seorang perempuan terdengar memaki. 

"Apalagi sih masalahnya, hargai kami sebagai keluarganya. Tidak enak didengar masalah begini," ucap salah seorang perempuan dalam video tersebut dalam bahasa Bima. 

Orang tua pengantin wanita tampak menunjuk ke arah suara tersebut. Lalu ia bangun dari tempat duduknya dan melayangkan tendangan ke arah pengantin pria. Tendangannya sempat mengenai wajah pengantin pria. 

Baca Juga :PARAH! Hindari Pemeriksaan KPK, Aziz Syamsuddin Ngaku Covid, Hasil Swab Negatif

Orang tua pengantin wanita kembali menyerang pengantin pria, tetapi berhasil dilerai. 

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 14 Agustus lalu. 

"Benar itu terjadi di Kota Bima, tepatnya di Oimbo wilayah hukum Polsek Rasanae Barat. Tapi kejadian itu sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2021," jelasnya pada detikcom, Minggu (26/9/2021). 

Henry mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian sektor Rasanae Barat dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

"Sudah dilaporkan oleh keluarga yang merasa dirugikan. Sedang dilakukan penyelidikan terkait motifnya dan juga akan segera dilimpahkan ke Reskrim," tuturnya. 

Gelora

×
Berita Terbaru Update
close