Untuk itu, Jokowi meminta pimpinan Polri memberitahu bawahannya bahwa kritik seperti mural itu merupakan hal kecil yang tidak patut dipersoalkan.
"Beritahu, itu urusan kecil. Saya datang ke sebuah daerah, ada wall painting dihapus, rame. Urusan wall painting aja ngapain sih? Saya dihina, dimaki-maki, difitnah udah biasa, ada wall painting aja takut. Ngapain? Hati-hati ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban daerah terganggu, itu baru tidak sopan. Sehingga saya mengapresiasi Kapolri yang membuat lomba wall painting, dan saya kira hasilnya positif," ujar Jokowi.
Presiden mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dijamin konstitusi. "Ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat," tutur Jokowi.